☰ MENU
Home > > > > Ciri CDI Rusak dan Cara Cek Arus dengan Multimeter (Panduan Lengkap)

Ciri CDI Rusak dan Cara Cek Arus dengan Multimeter (Panduan Lengkap)

Sistem pengapian adalah jantung dari performa mesin motor. Jika CDI (Capacitor Discharge Ignition) mulai bermasalah, seluruh ritme kerja mesin akan terganggu karena percikan api tidak lagi dihasilkan pada waktu yang tepat.

Ciri-Ciri Utama CDI Rusak

Berikut adalah beberapa gejala yang sering muncul ketika komponen CDI mengalami kegagalan fungsi:

  • Mesin Sulit Dihidupkan: Arus listrik yang tidak stabil membuat busi kesulitan memantik api.
  • Mati Mendadak: Sering terjadi saat komponen CDI sudah panas (overheat), sehingga sirkuit di dalamnya terputus.
  • Performa Menurun: Tarikan motor terasa berat dan akselerasi menjadi lambat.
  • Mesin "Brebet": Terjadi ketidakteraturan sinyal listrik yang menyebabkan pembakaran terputus-putus.
  • Konsumsi Bensin Boros: Karena pembakaran tidak sempurna, bensin terbuang sia-sia.
Diagram Skema Pin Out CDI Motor

Visualisasi Internal: Diagram jalur kabel dan konfigurasi pin pada unit CDI untuk mempermudah pengecekan.

Cara Cek CDI Menggunakan Multimeter

Posisikan multimeter pada skala Voltase DC (20V), lalu lakukan langkah berikut untuk memastikan kerusakannya:

  1. Cek Input (Arus Masuk): Hubungkan kabel merah multimeter ke input kunci kontak dan hitam ke massa. Putar kontak ke ON, pastikan ada arus 12V (untuk CDI DC).
  2. Cek Pulser: Ubah ke skala Ohm (Ω). Cek kabel pulser ke massa, pastikan nilai hambatannya sesuai standar (100-200 Ohm).
  3. Cek Output (Ke Koil): Kembali ke Voltase DC, hubungkan ke output CDI menuju koil. Lakukan starter, jika tidak ada lonjakan voltase, maka CDI positif rusak.
Tips: Sebelum mengganti CDI baru, pastikan kabel massa (ground) tidak berkarat atau kendur, karena seringkali masalah pengapian bersumber dari sini.
« Artikel Terbaru
Artikel Lama »
Logo ABM Garage Tune Up Upgrade Mesin

ABM Garage - Tune Up , Upgrade

Solusi belajar otomotif seara mandiri

Kunjungi situs utama abm